Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Renungan


Renungan Gumelaring Putro Romo,

Kekudangan Romo :……….Ingsun Sabda dadi Kitab Suci sejati “Adamakna” wastanipun.Iku wujudira yekti …..
Tegese : Sasolah laku mu yen disawang lan diwaca liyan tansah nyenengake ( Segala perbuatan mu kalau dilihat dan dibaca semua orang selalu menyenangkan )

Kehidupan bermasyarakat laku yang demikian sudah pas untuk menyandang Budi luhur.

Bagaimana wujud Tingkah laku / Budi pakarti kita , sehingga dapat dikatakan selalu menyenangkan ?
Apa berbuat yang Lucu sehingga orang sekitar dapat tertawa ?
Dapat memberikan pepadang yang lagi susah ?
Memberikan nasehat wawasan orang yang minta pertimbangan ?
Apa menyembukan orang sakit , sembuh dari raga atau pakarti ?
Apa selalu membantu setiap orang yang minta bantuan material atau spiritual ?

Ada konsep laku  mengartikan seperti kegunaan dan sifat arti    :  Matahari, Bulan , Bintang  , Bumi , Banyu , Angin ( laku kita seperti )

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh kadhang untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas , sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap Putro Romo.

Dapatkah  Putro Romo melaksanakan laku tersebut diatas , kalau secara gelar dilihat orang kadhang tersebut  :
  1. Tingkat perekonomian nya belum mapan / pas-pas an  .
  2. Kekeluargaannya belum harmonis .
  3. Kemampuan laku spiritual belum sempurna , kawaskitan,  kepandaian , kawikcaksanan , kanuragan , dll. 
Misalnya :
Ada kadhang yang sudah dikeparengake , memberi Asmo , memijilkan, dan menuntun ,   dilihat secara gelar , kok masih seperti tersebut diatas ?
Kadhang yang sudah Punya Asmo , sudah dimjilkan , sudah dituntun laku yang benar  , …….. sama  tidak ada benda nya !

“ Untuk direnungkan  “  ( Inspirasi Forum bersama Gosok-ginosok )
Rahayu,…

Sabtu, 13 April 2013

Keinginan


Konsep Keinginan / Kagunggan Karsa

Dalam Mijil Putro Romo mengucapkan :
Asma sejati  ……. Jenengsira Mijila , Panjenengan  Ingsun Kagungan karsa raganiro arsa ………

Asma sejati sudah jelas Asmo Sabdo .
Jeneng sira ( Kamu nama sebenarnya )
Mijila ( keluar atau miji , menyatu  )
Panjenengan Ingsun dapat diartikan (  Papan Jemeneng Ingsun )  Tempat berdiri AKU Ingsun diartikan  Urip disebut Moho Suci.
Kagungan karsa ( berkehendak ) …….

Jadi dalam mijil itu sebenarnya yang berkehendak adalah Asma sejati dengan Urip   atau Asma sejati dengan Moho Suci  atau menyatukan Asmo Sejati dengan Moho Suci
untuk berkehendak ….

Dengan demikian setiap kita mijil seharusnya tahu juga keinginan Moho Suci , karsanya  Urip .                     Pahahal Urip itu tidak butuh apa-apa .
Tapi manusia hidup ( wong urip ) perlu Energi dan memenuhi  keinginan / Rasa , agar tetap hidup.
Misalnya : kehidupan yang  hidup tentram ( yang diartikan sudah tidak memikir apa-apa semuanya sudah tersedia  )

Karsanya Urip disebut Moho Suci itu yang mana ?
Karsanya Moho Suci , selalu menyatu dengan Rasa  
Contoh  mengikuti karsanya Urip : Kalau tidak lapar tidak makan, Kalau tidak haus tidak minum , Kalau lelah istirahat , Kalau ingin ke toilet  segera dilakukan . dll .                                                                                Karsa tersebut kalau dilaksanakan  disebut Laku Wicaksana ( mengikuti karsanya Urip )

Kalau karsanya Budi pakarti /Panca indera ( Kagungan karsa  ) bagaimana ?
Kalau karsanya Budi pakarti / Panca indera  , harus dilakukan olah dan gerak sesuai apa yang diperintahkan oleh Panca indra untuk mewujudkan keinginan tersebut .                                                                           Sedangkan laku Panca Gaib merupakan dukungan spriritual agar terwujudkan keinginan.

Sehingga keinginan atau kagungan karsa dalam mijil , dimaksud adalah menyatukan karsa olah gerak dengan dukungan Urip agar dapat mewujudkan karsanya Budi pakarti / Panca indera .

Ada konsep Gelar Jagad Anyar , mengartikan bahwa hidup / urip kita tidak lagi diperbudak budi pakarti lan panca-indera , tetapi hidup  lebih mengikuti karsanya Hidup    ( Nyu-sang bawana balik )
“ Untuk direnungkan !
Rahayu,…


Sabtu, 02 Maret 2013

Bagaimana petunjuk Urip .


Rahayu,..

Bagaimana petunjuk Urip .

Petunjuk Urip  , seseorang yang laku Panca Gaib bagi Putro Romo dapat melalui media yang beraneka ragam .
Ada pertanyaan seorang kadhang , melakukan  sesuatu didahului Mijil .
Apakah selalu akan mendapat petunjuk setiap mijil yang dilakukan oleh Putro Romo ?
Jawab nya pasti mendapatkan petunjuk .
Cuma petunjuk yang diberikan oleh Urip Nya , kebanyakan tidak dimegerti oleh pakarti.
Maunya petunjuk nya itu cctho welo-welo ( jelas dapat diterima oleh idera ) , itu jarang terjadi . 

Putro Romo , akan selalu mendapatkan pengayoman dari Urip Nya.
Yang  dapat diartikan Putro Romo selalu diberikan petunjuk oleh Urip Nya.
Sebenarnya Urip sudah membibingnya, memberi petunjuk dalam setiap Mijil yang dilakukan oleh Putro, tetapi sayang nya putro tidak peka rasanya , tidak niteni .
Petunjuk Alam ( Adamakna ) semesta , kejadian-kejadian  nyata , yang diperlihatkan melalui panca indera tidak mendapatkan perhatian nya .
Tidak sampai disitu Urip memberi pentunjuk nya , bahkan kalau belum dimengerti dan merasakan ,   misalnya  : dalam perjalanan berkendaraan menjadi ngadat , rewel , nggak mau hidup , bunyi , bahkan kalau belum dimengerti dan diteruskan bisa diberi petunjuk dijatuhkan dari kendaraannya .
Banyak contoh keseharian  kalau kadhang peka , niteni .
Misalnya  : Dalam membuat postingan seperti ini , kalau tidak diperkenankan tentu ada petunjuk dari Urip nya. Salah pejet, koneksi terputus , dll. Ada cerita seorang seharian bermain Gaib, seorang programmer , bahkan apa Hacker atau lain-lainnya, misalnya tidak bisa membuka Website Kapribaden . Itu adalah petunjuk  bahwa Website Kapribaden atau forum bersama Putro Romo tidak bisa untuk dibuat mainan  atau cobaan . Pasti dilindungi oleh Urip Putro 2 Romo  dan Alam semesta   atau Putro Romo yang mempunyai kemampuan untuk memelihara  Website  / forum bersama .

Kesimpulannya : 
Setiap Mijil yang dilakukan oleh Putro Romo , pasti mendapatkan petunjuk laku , tetapi petunjuk tersebut sering tidak dipahami oleh yang bersangkutan. Petunjuk laku tidak harus diterima langsung , jelas seperti Petunjuk Rambu-rambu lalu lintas , bisa melalui Alam semesta , ( Adamakna ) kejadian nyata dihadapannya .
Diperlukan ketelitian , menyatukan Rasa dengan alam semesta ,  niteni , peka , selalu mengolah dan menanyakan Rasa , digelar dan digulung , instrospeksi dan mawas diri,.

Rahayu,..

Cipto ,ROSO Karso

Cipto , Rasa , Karso ( Sukma) Ora dilahiraké  lewat margo ino. Séng linairaké lewat margo ino , iku kena pati.  Yaiku cabang bayi sampai dew...