Tampilkan postingan dengan label Kasampurnan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasampurnan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Kehidupan mnusia setelah mati




Rahayu,.

Pertanyaan kepada Penghayat Kepercayaan  Kapribaden :

Di Penghayat Kepercayaan  Apakah mengenal apa yang terjadi setelah manusia mati atau kehidupan setelah kematian ?

Telah disampaikan pada posting sebelumnya , bahwa manusia setelah mati , pada kenyataan nya tidak tahu apa-apa , tidak terjadi cerita kehidupan lagi setelah kematian seperti  yang diceriterakan oleh manusia .
Hal ini telah diberikan bukti nyata kepada Putro-Putro bahwa manusia yang di sabda mati ( mati mendadak ) kemudian dibangunkan ( dihidupkan lagi ) oleh Romo Herucokro . 

Setelah hidup dan bangun ditanya oleh Romo apa yang terjadi setelah dia mati .

Jawabnya  tidak  tahu apa-apa yang sedang dan telah terjadi. 

Peristiwa tersebut disampaikan oleh sesepuh  disebabkan  manusia yang sowan Romo , mengajukan pertanyaan  apa yang terjadi setelah manusia mati apakah ada kehidupan lagi setelah kematian ?

Wulang wuruk Romo Herucokro , Putro Romo “sebelum mati “ selain mendapatkan “Ketentraman “  adalah  untuk mendapatkan “ Kasampurnan  “ Mendapatkan kasampurnan yang artinya “ setelah mati “ nanti bisa kembali semua ke asal mulanya manusia , baik raga yang kelihatan atau yang tidak kelihatan . 

Tidak nglambrang ( tidak bisa kembali ke asalnya ) yutan tahun , hinggap di batu , pepohonan , hewan dan sebagainya .

Bagaimana kepercayaan lainnya selain Penghayat Kapribaden ?

Rahayu,.

Sabtu, 05 April 2014

Pewayangan Bimo Suci



Cerita pewayangan lakon Bimo Suci.
Brotoseno dalam memperoleh kasampurnan ( sangkan paraning dumadi , tirto pawirto mahening suci, manunggaling kawula Gusti ) dipertemukan dengan Sanghyang Ruci ,Sanghyang Tunggal , Sanghyang Wenang .
Di ceritakan bahwa tidak semua satriya dapat memperoleh nya , hanya satriya Brotoseno satu-satunya yang telah mendapatkan nya . Oleh sebab itu banyak kesatriya yang berguru kepadanya termasuk gurunya yaitu Pandhita Durna .
Kesempurnaan dalam lakon Bimo Suci , apakah sama dengan  kasampurnan dalam laku Panca Gaib ?
Didalam laku Manunggal kinanthènan sarwô mijél ( panca gaib ) tidak dijelaskan asalnya manusia yang pertama.  Sangkan paraning dumadi , dapat disampaikan bahwa lahirnya manusia adalah dengan menyatunya rasa seorang bapak dan ibu , menyatukan sperma dan sel telur ( sangkan dumadi).Wulang wuruk Romo lahirnya bayi dengan Sastro jendro dan Hayungningrat ( kakang kawah , adi ari-ari ) Yang kesemuanya dihasilkan dan berasal dari sari-sari nya bumi yang dimakan oleh manusia . Menurut teory kasunyatan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya , tidak hanya sepasang jumlahnya , tetapi berjuta-juta, dan ber-milyard makluk hidup di dunia.
Makluk yang hidup di bumi  sekarang adalah makluk pilihan , mempunyai kecerdasan , kekuatan , mengembangkan keturunan dalam menaklukan keganasan ,iklim , cuaca bumi selama berjuta-juta tahun . Wulang wuruk Romo Herucokro , bahwa manusia hidup / Putro Romo dalam hidupnya mencari ketentraman dan mendapatkan kasampurnan Jati setelah mati , kembali ke Moho Suci ( paraning dumadi ) Jangan sampai sukma nglambrang yutan tahun , hinggap di batu , hewan tumbuh-2an dan sebagainya.
Kasampurnan di buktikan dengan kembalinya raga-ke asal usulnya ( musnahnya raga ) dan Sukma kembali ke Gusti IMS ( pembuktian : raganya Bpk.Semono yang musnah tinggal selongsongan kain belaka )
Kembalinya Sukma ke Gusti IMS dapat dibuktikan dengan peristiwa seorang manusia yang kemasukan Roh / Sukma seorang yang sudah mati ratusan tahun lalu yang tidak tahu jalan dan tidak bisa kembali ke asalnya ( paseksèn putro ) Ada juga yang tidak mau kembali dikarenakan merasa masih ada tugas  , dan masih ingin merasakan kemewahan , melindungi mengayomi anak , cucu, dan cicitnya  ,tidak mau melepaskan kekuasaan sewaktu hidup di dunia. Selama hidup selalu menuruti keinginan  kemewahan pakartinya , tidak pernah menuruti kemauan Urip nya ( laku kasampurnan  disebutnya Laku Nyunsang bawono balik , laku Sabar, Narimo , Welas Asih )
Selama Sukma masih dipengaruhi dan dikelilingi oleh kekuasan tritunggalnya yang  kuat maka  tidak akan tahu jalan menuju kasampurnan ( cerita pewayangan sukmanya Kumbokarno kesatriya  raksaksa )

Minggu, 18 Agustus 2013

Kepercayaan dan Tradisi



Bagaimana tradisi dan kepercayan manusia setelah mati mengingalkan urip nya ?

Di Wulang wuruk Romo Herucokro , orang setelah meninggal semuanya akan kembali ke asal nya . Asalnya  dari sari-sarinya , bumi , geni, banyu , angin ,  akan kembali .
Sedang kan  yang lainnya  akan kembali ke Gusti IMS.

Asal wujud nya badan wadah  atau disebut jasmani , berasal dari sari-sari nya kehidupan yang ada di bumi diolah manusia dibantu dengan energy matahari .
Manusia mempertahankan hidup nya dengan makan dan minum , apa yang  dimakan oleh manusia mengakibatkan  energy gerak dan  dapat mengembangkan diri.
Disebut Yang lainnya orang mengatakan Roh   , akan kembali ke Gusti IMS.
Kembalinya  Roh  tidak selalu ke Gusti IMS , ada yang tidak bisa kembali , dikatakan hidupnya tidak sempurna  atau   Tidak Memperoleh Kasampurnan ( laku Panca Gaib )
Hidup nya  nglambrang  ( tidak punya tempat ) yutan tahun bisa hinggap di batu , tumbuh2an , hewan  , atau  manusia lagi .  
Yang kembali ke manusia  mungkin ini yang disebut orang manitis ( reinkarnasi ,kembali hidup ) .


Roh itu bagaimana wujudnya  ?
Roh itu bisa disebut  urip ,  tidak ada wujudnya  .
Hanya bisa ditanggkap panca indra dan pakarti manusia dengan pertanda “ gerak “ ( sesuatu yang gerak berarti urip atau punya roh ). 
Apa yang disebut “ Yang lain nya “  bisa diterima oleh manusia   pertanda nya  gerak , adalah  Roh , atau sesuatu yang  memiliki Urip.
Mesin , motor itu bergerak berarti  punya Roh atau Urip  , kalau dimatikan tidak gerak atau mati . Uripnya  manusia itu bisa di ibaratkan demikian .
Kalau besin  , koponen lainya rusak atau energinya habis akan mati sendiri . 
Persamaan dan perbedaan nya pada sama-sama  urip ,  tidak punya pakarti  , yang menguasai uripnya motor manusia , tetapi yang menguasai urip nya manusia Gusti IMS.
Binatang , tumbuh2an , Bakteri , Virus , juga sama urip , punya rasa  tetapi tidak punya pakarti seperti manusia .
Bumi , bintang , planet , Atom , proton elektron  juga bergerak , berarti urip .
Yang menguasai segalah gerak selain ciptaan manusia , adalah  Gusti IMS.


Bagaimana Roh meninggalkan manusia ?
Apakah kendaraan yang digunakan ?
Apakah terbang sendiri menuju ke Gusti IMS ?

Pemahaman  manusia ber-beda2 menurut keyakinan masing2.
Kadhang sepuh yang mengetahui Roh seorang yang telah mati , mengatakan kepada saya biasanya pada hari ke 3  dan ke 40 mereka akan kembali ke rumah menemui keluarga .
Mereka mengajak bicara kepada keluarga , tetapi keluarga tidak mengetahui.
Sedang Roh juga demikian bertanya mengapa semua keluarga  diam tidak tahu kalau diajak bicara .

Pemahaman saya hanya kadhang tertentu saja yang bisa bertemu dan berkomunikasi .
Mereka harus diberikan penjelasan bahwa sanya  , bahwa Roh  ( kamu ) telah meninggalkan raga  sehingga keluarganya tidak tahu dan tidak dapat  berkomunikasi .
Tempat mu sudah tidak disini lagi , maka kembalilah ketempat mu semula  tinggalkan lah keluarga dengan iklas ( atur  kadhang sepuh )
Dengan demikian sangat diperlukan bagi keluarga untuk  memberikan doa kasampurnan kepada keluarga yang telah meninggal .
Mengapa bisa kembali menemui keluarga , mungkin karena punya beban tugas untuk melindungi keluarganya  seperti waktu masih hidup bersama. ( seperti yang pernah di Postingkan  Kd. Saryanto , ada salah satu presiden  kita yang yang meninggal tidak mau di sampurnakan  , karena merasa , masih ingin memimpin bangsa  )

Mengetahui , meninggalkan urip ,dengan pertanda  tidak bernafas , tidak gerak , mati Sedang kendaraan yang digunakan , untuk menuju ke Gusti IMS , nalar manusia belum mengetahui  , mungkin ada kadhang  mengetahui  mendapat petunjuk ?  sharing .


Yang di rasakan  manusia setelah mati .

Kadhang sepuh menceritakan ada seorang laku di Surabaya , mau berguru  kepada Romo
Mereka menanyakan manusia setelah mati itu bagaimana dan  dimana ?
Maka disabdolah orang tersebut mati , seketika itu mati sudah tidak bernyawa lagi , tidak gerak tidak obah . Setelah Putro-putro yang sowan mengetahui dan benar orang tersebut mati semua mulai gelisah , Tanya seorang Putro  :  Bagaimana Romo orang tersebut benar-benar sudah mati diapakan ? Jawab Romo : Biar saja , ngendikan Romo .
Selang beberapa  lama  , kemudian dihidupkan kembali manusia yang bertanya dan ingin berguru tadi .
Setelah hidup kembali seperti keadan semula kemudian ditanya oleh Romo .
Gimana Rasanya , setelah kamu mati ?  ceriterakan  kepada saya , Ngendikan Romo.
Jawabnya  :  tidak ada apa-apa  , tidak tahu apa-apa , tidak tahu  bahwa dia tadi telah lama mati .
Kemudian disuruh Romo untuk membelikan pisang rojo ke pasar seperti perintah sebelumnya untuk membeli sesuatu , dan ternyata mereka sudah tidak bisa menggunakan ilmunya  yang biasanya dalam sekejap mereka dapat melakasanakan perintah Romo ( sayang nya sampai sekarang siapa orang tersebut tidak ada yang tahu , masih hidup kah ? )  Rahayu,.

Sabtu, 29 Desember 2012

Laku Kasampurnan




Rahayu,.

Laku Kasampurnan  Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil .

Laku manunggal Kinantenan Sarwo Mijil
Ada 2 sudut pandang dalam mengartikan Laku Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil .

Pertama  : Dapat diartikan Laku Saresmi . Manunggalnya Bapa dan Ibu yang dapat diartikan Gelar Jagad Anyar. Menyatukan , mempertemukan Sperma dan Sel telur untuk membentuk kehidupan baru.

Kedua  :  Laku Manunggal adalah Menyatukan  manusia dengan pencipta nya , menyatukan manusia dengan Tuhan YME , Urip nya, Moho Suci , Atau Gusti Ingkang Moho Suci .
Kinantenan Sarwo Mijil , adalah upaya manusia untuk menyatu dengan Penciptanya dengan cara selalu Mijil..

Bagaimana laku Kasampurnan ?
Sebenarnya yang kita utamakan dan kita lakukan adalah  Laku Kasampurnan yaitu pada sudut pandang yang ke dua .

Mengapa demikian ?
Karena kita semua ini   menjalani Gelar Jagad Anyar , yang telah digelarkan oleh kedua orang tua . Sama hal nya kalau sekarang kita lakukan Gelar Jagad Anyar , maka yang menjalani  laku kasampurnan selanjutnya adalah anak keturunan kita.

Laku kasampurnan : konsepnya adalah kembalinya manusia ke asal-mulanya nya , ( asal dumadining  manungsa)  kebali kepada Sang Pencipta .

( Ana apa-apa Kunci ora ana apa-apa Kunci ) yang diartikan “  Selalu  bertidak  dengan Kunci dilanjutkan Asmo , kemudian Mijil “ , tanpa harus memperhatikan keadaan , situasi dan kondisi apapun .

Laku Kasampurnan dengan arti yang luas , adalah berbuat atau berkehendak atas restu dan ijin serta pentunjuk  Gusti Ingkang Moho Suci.

Kesimpulan  Laku Kasampurnan Kinantenan Sarwo Mijil  adalah Upaya menyatukan seorang manusia ( Putro Romo ) kepada Penciptanya , melalui Wulang wuruk Romo yaitu Kunci dengan cara selalu Mijil , untuk mencapai Laku Kasampurnan .

Rahayu,.



Cipto ,ROSO Karso

Cipto , Rasa , Karso ( Sukma) Ora dilahiraké  lewat margo ino. Séng linairaké lewat margo ino , iku kena pati.  Yaiku cabang bayi sampai dew...