Tampilkan postingan dengan label Era. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Era. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Era Pudhak Sinumpet


 Rahayu,.

Asmo Sabdo  di “ Era Pudhak Sinumpet “

Diartikan  zaman nya Romo Herucokro ( Bpk.Semono ) sudah tidak lagi memberikan langsung Asmo Sejati bagi seorang yang ingin laku Panca Gaib ( yang ingin laku panca gaib sudah ditutup ).
Diawali dengan Sabdo : Honocoroko , Sabdo Guyub rukun . Dalam waktu yang bersamaan kegiatan Romo Herucokro di Sejiwan , yang selalu diperhatikan oleh  masyarakat , tokoh politik  , karena mempunyai masa dan pengikut yang banyak dan sangat berpengaruh .  Putro Romo, mulai dibatasi kegiatanya , pelarangan peredaran kumpulan tanya jawab  : dalam buku panggugah kahanan manungso oleh Kejaksaan  Agung RI.
Sewaktu itu , Bpk Semono ( Romo Herucokro ) diminta untuk datang di Istana Kepresidenan tidak mau , maka dianggapnya membangkang , sehingga kegiatan nya diperketat ,  kegiatan Sejiwan dalam pengawasan militer waktu itu .  Sampai ditempelkan pengumuman larangan / ditutup untuk bertemu dengan Bpk Semono ( Romo Herucokro ). Romo tidak dipekenankan lagi penyebarkan kawruh Panca Gaib . Tidak boleh memberikan Asmo Sejati kepada pengikutnya . Sehingga dipastikan kegiatannya akan terhenti .

Dari sejarah kita dapat memberikan arti dan maknanya peristiwa tersebut.
Apa arti dan makna yang terkandung dalam peristiwa itu ?

Pertama-tama adalah keluarnya : Sabdo Asmo  :  Dawuh Rômô :  Iki jamane wis Pudhak Sinumpet Rômô wis ora dikeparengaké maringi Asmô marang putrô-putrô .
Pertanyaan Putro  : Lajeng kadôs pundhi Rômô menawi putrô nyuwun Asmô.
Jawab Rômô: Asmô kari loro , Asmô Satriya Sejati , Kônthô-rupô ,Kônthô-warnô ,  Asmô wanita Sejati , Kanthi rupi , Kanthi warni ( atur. Sesepuh yang sowan ).
Sejak itu Romo sudah tidak lagi memberikan Asmo langsung kepada seorang yang kepengin laku Panca Gaib. Namun demikian masih saja ada putro yang minta langsung kepada Romo.

Kedua adalah pelestarian wulang-wuruk Romo yaitu Panca Gaib , dengan Sabdo Asmo yang diberikan kepada Putro Romo .

Apakah karena tekanan pemerintah keluarnya Sabdo Asmo ?

Bukan karena tekanan pemerintah , atau takut pada penguasa militer , tetapi karena jaman baru , atau Era Pudhak Sinumpet , Sudah  kehendak Gusti Ingkang Moho Suci .  Sebab Bpk,Semono ( Romo Herucokro ) mempunyai keterbatasan usia layaknya manusia biasa .


Sudah barang tentu bukan semata  kehendak Gusti Ingkang Moho Suci , tetapi juga karena Panyuwun nya Putro , agar wulang-wuruk Panca Gaib tetap lestari .

Sewaktu Romo masing sugeng di Era Pudhak Sinumpet  , Putro yang sowan minta Asmo , Asmo yang diberikan  tidak ada yang lain , selain tersebut diatas .

Makna arti yang terkandung adalah : Romo sendiri saja sewaktu masih sugeng memberikan Asmo Sabdo . Apakah putro dibenarkan dapat memberikan Asmo selain Asmo Sabdo ?

Rahayu,.

Sabtu, 29 September 2012

Era " Pudhak Sinupet ""



Rahayu,.
Era  “ Pudhak Sinumpet “
Bagian : 4
Asmo yang Asli, Palsu , Kopyokan , kosong , catatan Asmo yang disimpan  adalah menurut  pemahaman pribadi , tergantung penilaian nya ada  gaib nya atau tidak
Asmo Sabdo adalah Asmo  yang mahanani  , bila dihubungkan digunakan seseorang untuk  Mijil .  Pendekatan nya adalah  bisa manunggal atau tidak dengan Urip nya .   
Tidak  manungal nya Asmo dengan urip nya , banyak sebab  dan tidak bisa dipastikan penyebabnya kalau belum Laku .
Kemungkinan yang terjadi selain Asmo sabdo penyebabnya , adalah Laku pribadi seseorang . Ada proses mijil yang kurang sempurna atau  prosen menuntun yang kurang sempurna .
Dapat juga dikarenakan orang tersebut masih punya pegangan laku lain , selain Panca Gaib dan tidak mau menanggalkan , atau membuang , yang dapat diartikan kurang mantap dalam menjalankan keyakinanya laku Panca Gaib .

Egoisme laku seseorang sangat  berpengaruh teradap manunggal Asmo dengan Urip nya.
Egosisme laku : dimaksudkan disini adalah pendapat yang diperoleh dari laku yang sudah diyakini kebenarannya dijadikan dasar angan-angan , olah  pakarti  pribadinya  .

Semua orang yang laku akan mengalami apa yang disebut  Egoisme laku.
Sekalipun Putro Romo  yang sudah berpredikat sesepuh pun bisa terjadi , apalagi seseorang yang belum menemukan jatidiri .
Pakarti ingin juga mendapakan sanjungan  ( aku yang benar ) dari urip seseorang ,  seperti hal nya kita  selalu menggunakan Rasa  Jati dalam berperilaku .
Dawuh atau petunjuk yang diterima belum pasti  dari Urip atau Guru Jatinya , tetapi juga bisa dari pakartinya atau angan-angannya ( Urip  disini disebut Moho Suci ) oleh sebab itu diperlukan gosok-ginosok atau sharing sesama Putra  Romo ( komen atur kd. Martin Kodiman )

Rahayu,.. 

Sabtu, 15 September 2012

Rahayu,..
Era  “ Pudhak Sinumpet “
Baguan: 3
Lalu bagaimana dengan yang mendapatkan Asmo dengan cara nya sendiri-sendiri , atau Asmo dalam bentuk catatan atau Asmo sing isih disimpen ?
Abdi Kekadhangan sebetulnya tidak ada masalah  tergantung pada diri pribadinya masing-masing . Abdi kekadhangan hanya memberikan gambaran petunjuk laku yang sebenarnya :  bisa   kita ambil dari kata sesepuh  “ Wis tak Elingke “.
Bagaimana dengan pinisepuh yang punya banyak catatan Asmo yang masih memberikan kepada kadhang baru, sehubungan ketidak tahuan mereka  ? 
Sama perlakuannya yaitu di diberitahu dan ingatkan ( Wis tak Elingke ).
Terhadap kadhang yang mendapatkan Asmo tersebut juga diserahkan sepenuhnya apakah mau dipakai seterusnya , atau minta Asmo dan dimijilkan kembali .
Pada kenyataan kadhang yang diberi Asmo tersebut baik-baik saja laku dan tumindak-e  tidak mesti kalau laku nya pasti menyimpang .( atur kd.Nuryanto )
Banyak pinisepuh yang disebut Romo , sampai saat ini ditulis juga masih ada Kadhang Putro Romo , disebut Romo , tinggal kita mengartikan Romo yang dimaksudkan itu siapa yang bagaimana , apa seperti Romo Semono , apa Romo seperti Bapak , apa Romo seperti sesembahan ?.

Pelestarian Wulang wuruk Romo Semono , sudah sempurnya , sesorang yang ingin laku Panca-Gaib tinggal selanjutnya tinggal  enak nya, tidak seperti jamannya sesepuh dahulu . Seorang yang ingin Laku Panca Gaib sekarang , tinggal minta Kunci , dihafalkan , kalau sudah mantab bahwa benar laku satu-satunya  yang diyakini ,  terus minta Asmo Sabdo dengan dimijilkan oleh Kadhang Putro Romo , dan dituntunnya . Penuntun atau yang saya sebutkan dalam postingan adalah sebagai Dosen Pembibing yang keberadaan dan tingkatannya sama , karena sama-sama kadhang putro yang laku Panca Gaib.
Namun demikian dalam kenyataannya untuk menjalan Panca Gaib tidak semudah yang di laku kan atau dijalankan , untuk memperoleh Laku Kesempurnaan atau Kasampurnan  tentu ada proses , proses-proses  dipengaruhi oleh laku pribadi seseorang , untuk mendapatkan Instan , Siap saji /Smat tidak semua orang bisa.( atur.kd.Bayudhono )
Bahkan ada sampai tahunan , puluhan tahun  bahkan sampai meninggal dunia belum mendapatkan Asmo  untuk laku Panca Gaib ( atur.kd. Suprih  H )

Bagaimana dengan menggunakan Asmo yang kosong , palsu , asli , kopyokan , catatan asmo yang masih disimpan , atau yang bisa mendapatkan Asmo sendiri.  dll. ?                 
 ( sumber : forum bersama  kekadhangan , kapribaden )
Abdi kekadhangan  tetap wajib memberikan bimbingan   , kearah  yang sesuai dengan wulang wuruk Romo Herucokro , bila yang bersangkutan berkeinginan  atau menghendaki laku yang sebenarnya 

. Ibaratnya “ tidak ada sumur mencari timbo-nya “    ( atur kd.sepuh , waktu Romo Herucokro diminta datang ke Istana Presiden )
 

Jadi tidak ada paksa an keharusan  untuk mengikuti aturan , bimbingan ,  atau arahan dari Abdi kekadhangan Paguyuban Penghayat Kapribaden .

Rahayu,.


Sabtu, 08 September 2012

Era " Pudhak Sinumpet "


Rahayu,.
Era  “ Pudhak Sinumpet “
 Bagian : 2
 Dengan keluarnya Sabdo Asmo sangat berpengaruh terhadap kelangsungan  dan pelestarian Wulang wuruk Romo , “ Laku manunggal  kinatenan sarwa mijil  “ ,  yang disebut Panca Gaib.
Asmo yang telah di Sabdo , dalam bentuk catatan   diberikan kepada Putro Romo / Sesepuh  yang sowan   yang  jumlah nya setiap Asmo ratusan itu menjadi tidak boleh diberikan kepada kadhang yang baru , yang kemudian ( di Tegaskan  Pada Sarasehan Agung IV Paguyuban Penghayat Kapribaden Nomor : TAP.VI /SA.IV /2007, Tanggal 4 Agustus 2007 ).
Terjadinya  Keputusan tersebut , dalam Sarasehan Agung IV , melalui proses yang panjang , Mengingat , Menimbang , Memperhatikan ,Memutuskan dan seterusnya , tentu berdasarkan Sabdo dan petunjuk dari Romo Herucokro yang telah diterima putro-putro dalam sarasehan atau dawuh yang diterima sebelumnya . Namun sayang saya tidak mencatat  tanggal dikeluarkan Sabdo Asmo tersebut  ( coba bantu saya kadhang yang mengetahui tanggal nya ) 
  
Yang jelas kurun waktu nya agak lama dengan kapundutnya Romo Sowan ke Gusti Ingkang Moho Suci . Sempat juga banyak Sesepuh ,  yang minta Asmo dihadapan Romo Tidak diberikan Asmo baru lagi , tetapi Asmonya  Asmo yang sudah disabda .
Yang menjadi catatan Abdi Kekadhangan , diantaranya , Asmo catatan yang sudah tidak dikeparengake tersebut ternyata tidak mahani atau tidak ada gaib nya bila diberikan kadhang baru , lakunya  jadi tidak sama , tidak  bisa gelar dan gulung ( Introspeksi, komunikasi dengan Guru Jatinya : Atur kd.Retno L ) tidak bisa sambung-rasa dengan sesama kadhang Putro Romo. Arti sambung-rasa belum tentu pendapatnya harus sama  , beda pendapat pun masih bisa sambung-rasanya .
Keadaan seperti ini hanya dapat dirasakan oleh Putro Romo , yang sudah benar dalam mendapatkan  Asmo dan telah dimijilkan dengan sempurna.
Rahayu,.

Sabtu, 01 September 2012

Era " Pudhak Simumet "



Rahayu,.
Era  “ Pudhak Sinumpet “
Bagian : 1
Era atau Jaman ‘ Pudak Sinumpet “  dimaksudkan  adalah jaman nya Romo sudah tidak dikeparengake memberikan Asmo lagi , kepada seseorang manusia yang ingin laku Panca-Gaib.  Larangan tersebut nyata setelah pemerintah waktu itu , melarang Romo untuk memberikan Asmo ( atur kd. Saryanto Budiman )  Dalam perjalanannya  Gelar Jagad Anyar yang dilakukan Romo  tidak   semudah  dilakukan di jaman itu.
Putro  Romo yang laku Panca Gaib sembunyi pada takut dalam melaksanakan laku Panca Gaib,  karena ada tekanan politik pada pemerintahan pada era tersebut.
Sehingga keluarlah Sabdo “Honocoroko  “ yang pada intinya ,  Putro Romo harus dibuatkan wadah untuk melindungi dan mengayomi putro-putro sejagad  yaitu  ; Paguyuban Penghayat Kapribaden . 
Pemerintahan pada jaman itu tidak menginginkan perkembangan  orang yang laku Panca Gaib. Maka terjadilah  Era Pudhak Sinumpet . Romo tidak lagi memberikan Asmo langsung , tetapi memberi “Asmo Sabda “ yang dititipkan kepada Putra-Putranya .

Larangan Pemerintahan waktu itu dapat dipahami dan dimaknai sebagai  “ Dawuh Gelar  dari “ Gusti Ingkang Moho Suci “ kepada Romo Semono , untuk diketahui oleh seluruh umat manusia di dunia  , khususnya Putro Romo di Indonesia .
Karena Romo Semono mempunyai keterbatasan seperti layaknya manusia biasa akan kembali kepada sang pencipta ..
Yang dapat diartikan   “ Asmo Sabdo “ adalah petunjuk untuk melanjutkan “ Gelar Jagad Anyar “ agar wulang wuruknya  dilestarikan oleh  putra-putra selanjutnya setelah nanti ditinggalkan Romo kembali ke pangkuan  Gusti Ingkang Moho Suci .
Atas perjuangan Sesepuh dan Pinisepuh Penganut Kepercayaan se Indonesia ,  di Era sekarang   Pemerintah telah melindungi semua kepercayaan yang ada di Indonesia .
Dengan persyaratan  telah diregestrasi atau didaftarkan kepada pemerintah , termasuk Wulang wuruk Romo Semono , yaitu Panca Gaib .
Diwujudkan   dengan dikeluarkan oleh Pemerintah Undang-udang  Administrasi Kependudukan.
Sehingga  sesorang yang Laku Panca Gaib , sudah bebas tidak ada lagi tekanan politik , mendapatakan perlakuan yang sama dengan  yang lainnya , mendapatkan perlindungan dari pemerintah  .Walaupun  masih ada undang-undang yang belum diperbarui  yang  menjadikan Penganut Kepercayaan di Indonesia  di perlakukan diskriminatif .

Selanjutnya : Apakah Sabdo Asmo ?  Bagaimana petunjuk melanjutkan Gelar Jagad Anyar yang ditugas kan kepada Putro Romo ?
Asmo adalah Sabdo Romo ( postingan : Laku Olah Rasa dan Olah Panca-indera
Bagian 6 ) Gelar jagad anyar ( postingan : Gelar Jagad Anyar  http://www. herman-kapribadenorgjmb.blogspot.com/ )

Rahayu,.



Cipto ,ROSO Karso

Cipto , Rasa , Karso ( Sukma) Ora dilahiraké  lewat margo ino. Séng linairaké lewat margo ino , iku kena pati.  Yaiku cabang bayi sampai dew...