Tampilkan postingan dengan label Sabdo Honocoroko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sabdo Honocoroko. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2015

Sabdo Honocoroko

 
Rahayu,...
Memperingati : Sabdo Honocoroko ,
Cikal bakal
(Preambule /Pembukaan )
Berdirinya “Paguyuban Penghayat Kapribaden “
Sening Paing 30 Juli 1978

Sabdo berbunyi :

“ Rama mangestoni , putra-putra kudu ngakoni Putra Rama “

Iki bab gelar , yen mestine durung wektune, nanging iki jebol Maha Suci dhewe kang Tapak Asma.

Mula iki titulis ing tutup , amarga kabeh padha madhep lan ndeleng menduwor , ora ngelingi lamun kang aweh pangan iku bumi , mula langet kang den obahake deneng  Rama . Iki Gelar gulung, Pambuka  panutup . Sejatine Rama arsa  nambahi tulisan :   Sapa wae kang selak utawa ingkar bakal disapu Rama , ukumane lipet kaping pitu, amarga putra kudu wis mangerteni  ( Sejarah Berdirinya Paguyuban disusun oleh Paguyuban Penghayat Kapribaden Pusat )

Penjelasan Romo  :

Ditulis ana tutup kareben putra-putra pada nyawang mangisar (kebawah )sabab putra-putra isih padha nyawang menduwor( keatas )Ben padha nyawang sing urep (hidup) ana ngisar kreteg (dibawah Jembatan ) “

Makna yang terkandung waktu itu  merupakan prinsip dasar bahwa : Putro-putro yang “mempunyai kemampuan” agar melindungi , mengayomi, mewadahi , putro-putro Romo semuanya sampai kebawah.             ( ngisar kreteg diartikan :  jangan sampai ada yang tertinggal } .

Cara mengakuinya (ngakoni) adalah dengan membentuk Wadah / Paguyuban .
Yang mewadahi  semua kadhang putro-putro Romo se Indonesia / se jagad , yang diberi nama oleh Romo : “ Kapribaden “   ( sesuai dengan KTP Bapak Semono yang tercantum pada kolom Agama )   Tanda Inventarisasi Depdikbud  RI Nomor : I.099/F.3/N.1.1/1980 , Tanggal 5 Agustus 1986 disebut   “ Paguyuban Penghayat Kapribaden”

Lalu bagaimana kalau kadhang  membentuk perkumpulan  lain seperti  yayasan , dan lain-lainya ?
Pendapat :
Boleh-boleh saja , tapi menurut hemat saya, Yayasan ,  atau  apapun namanya yang dibentuk itu merupakan bagian dari “ Paguyuban Penghayat Kapribaden “
 Yang pada dasarnya harus dilindungi oleh Paguyuban Penghayat Kapribaden .                                    Dan apa yang dibentuk diupayakan  bisa mengayomi, melindungi kadhang yang menjadi anggota tersebut , sesuai  prinsip dasar pembentukan Paguyuban Penghayat Kapribaden .


Saya sangat menghargai kadhang-kadhang yang membentuk : Yayasan dan kelompok lain-lainnya , karena bisa mewadahi , mengayomi, melindungi , kadhang-kadhang Putro Romo .( ini merupakan  perwujudan gelar dalam mengartikan , dan melaksanakan Sabdo Honocoroko )

Rahayu,… “ Selamat Merayakan Sabdo Honocoroko “ Tanggal : 29 April 2012

Sabtu, 09 Maret 2013

Sabdo Honocoroko : Sabdo berbunyi :




Rahayu,.
Sabdo  Honocoroko  : Sabdo berbunyi :

“ Rômô mangestôni , putrô-putrô kudu ngakôni Putrô Rômô “

Banyak kadhang mengartikan nya pada Sabdo yang tertulis .
Yang di mengartikan Sabdo tersebut adalah : 
Putro Romo harus mengakui Putro Romo .
Kalau sudah menggunakan  sarana Kunci , Asmo , Mijil  , Singkir dan Paweling , maka  seseorang  tersebut harus mengakui Putro Romo , atau tidak malu membuat pernyataan bahwasanya  apa yang dijalankan  itu  adalah Laku Spiritual , Wulang wuruk Romo .       ( tidak malu menunjukan baju yang dipakai )

Mengakui Putro Romo itu bagaimana ?
Secara gelar kenyataanya sangat berat untuk mengakui Putro Romo , kalau tolok ukur dan pembandingnya  Laku Bapak Semono atau  Romo Herucokro .

Tingkah Laku ( tindak tanduk ) Putro Romo disini sudah di Sabdo dengan  “ Sabdô Kitab Suci Sejati Adamaknô “wastanipun iku wujodirô yekti .
Jadi Putro Romo itu diberikan  “ pertada  “ seperti dalam   “ Kekudhangan Romo “

Pemahaman selanjutnya : Arti “ Ngakôni “ dalam Sabdo Honocoroko , dijelaskan oleh Romo caranya harus mengayomi dan melindungi Putro Romo Sejagad .
diberikan petunjuk selanjutnya untuk melindungi dan mengayomi harus dibuatkan wadah terlebih dahulu . ( Postingan ) : Memperingati : Sabdo Honocoroko ,Cikal bakal (Preambule /Pembukaan )Berdirinya “Paguyuban Penghayat Kapribaden “

Jadi harus ada tindakan nyata dalam hal “ Ngakôni “
1.      Peri laku sehari-hari Putro Romo harus menempatkan seperti  Kitab Suci Sejati Adamakanô wastanipun iku wujudirô jekti  yang juga disebut  “ Kekudhangan Romo “
2.      Mempunyai sikap melindungi dan mengayomi terhadap semua Putro Romo se jagad , tanpa pilih kasih , status kedudukan dalam masyarakat .
3.      Sikap melindungi dan mengayomi bukan kewajiban Putro Romo yang mempunyai kemampuan  Spiritual , Material saja , tetapi  dapat diwujudkan dilingkungan paling terkecil yaitu seorang Bapak , anak dan keluarga .
Rahayu,..



Rahayu,.
Sabdo  Honocoroko  : Sabdo berbunyi :

“ Rômô mangestôni , putrô-putrô kudu ngakôni Putrô Rômô “

Banyak kadhang mengartikan nya pada Sabdo yang tertulis .
Yang di mengartikan Sabdo tersebut adalah : 
Putro Romo harus mengakui Putro Romo .
Kalau sudah menggunakan  sarana Kunci , Asmo , Mijil  , Singkir dan Paweling , maka  seseorang  tersebut harus mengakui Putro Romo , atau tidak malu membuat pernyataan bahwasanya  apa yang dijalankan  itu  adalah Laku Spiritual , Wulang wuruk Romo .       ( tidak malu menunjukan baju yang dipakai )

Mengakui Putro Romo itu bagaimana ?
Secara gelar kenyataanya sangat berat untuk mengakui Putro Romo , kalau tolok ukur dan pembandingnya  Laku Bapak Semono atau  Romo Herucokro .

Tingkah Laku ( tindak tanduk ) Putro Romo disini sudah di Sabdo dengan  “ Sabdô Kitab Suci Sejati Adamaknô “wastanipun iku wujodirô yekti .
Jadi Putro Romo itu diberikan  “ pertada  “ seperti dalam   “ Kekudhangan Romo “

Pemahaman selanjutnya : Arti “ Ngakôni “ dalam Sabdo Honocoroko , dijelaskan oleh Romo caranya harus mengayomi dan melindungi Putro Romo Sejagad .
diberikan petunjuk selanjutnya untuk melindungi dan mengayomi harus dibuatkan wadah terlebih dahulu . ( Postingan ) : Memperingati : Sabdo Honocoroko ,Cikal bakal (Preambule /Pembukaan )Berdirinya “Paguyuban Penghayat Kapribaden “

Jadi harus ada tindakan nyata dalam hal “ Ngakôni “
1.      Peri laku sehari-hari Putro Romo harus menempatkan seperti  Kitab Suci Sejati Adamakanô wastanipun iku wujudirô jekti  yang juga disebut  “ Kekudhangan Romo “
2.      Mempunyai sikap melindungi dan mengayomi terhadap semua Putro Romo se jagad , tanpa pilih kasih , status kedudukan dalam masyarakat .
3.      Sikap melindungi dan mengayomi bukan kewajiban Putro Romo yang mempunyai kemampuan  Spiritual , Material saja , tetapi  dapat diwujudkan dilingkungan paling terkecil yaitu seorang Bapak , anak dan keluarga .
Rahayu,..

Kamis, 26 April 2012

Gelar Jagad Anyar


Rahayu ,..( lanjutan )
 Gelar Jagad Anyar

Pemahaman bisa dikatakan benar kalau , kata Mijil dan di Mijilkan diartikan secara Gelar , maupun Gulung yang berarti Kenyataan ( kasunyatan ).

Memijilkan Kadhang baru : Dalam laku Panca Gaib , adalah memberikan Asmo kepada seorang yang akan laku Panca Gaib.
Pada era sekarang , mijil seperti yang di alami oleh Bpk. Semono , tidak akan  terjadi , Mengapa demikian ? , Karena Laku Bpk.Semono tempoe doeloe tidak dengan mudah untuk dilakukan orang di jaman sekarang.
Seseorang  menginginkan diberikan Asmo  dan dimijilkan  oleh yang Maha Hidup / Urip / Moho Suci  , tidak mudah  terlaksana .
Kalaupun mendapatkan Asmo dan dimijilkan tentu tidak bisa digunakan untuk laku Panca Gaib.
Mengapa tidak bisa ?
Karena Putro Romo untuk Gelar Jagad Anyar hanya bisa dengan laku manunggal kinatenan sarana mijil ( tuwuh manuwuh )
Apalagi setelah turun nya : Sabdo Pudak Sinumpet, Romo Herucokro tidak lagi , mengeluarkan Sabdo untuk Asmo Putro baru , cukup dengan Sabdo Asmo Putro yang disabdakan terakhir .
Kalau ada Kadhang memijilkan kadhang baru , dengan Asmo sabdo terakhir itu sesuai selaras dengan maksud dan tujuan nya Sabdo , yaitu  untuk melanjutkan Gelar Jagad Anyar.
Jadi Gelar Jagad Anyar disini adalah mewujudkan Sabdo, tidak minta asmo dan dimijil kan sendiri oleh Maha Hidup / URIP.

Ada pertanyaan dalam hati , mijil, asmo kok diberikan oleh sesama  manusia , mijil Asmo  itu dari Maha Hidup / URIP ? , Jawabnya : Ya.. ditunggu aja sampai dimijilkan sendiri oleh URIP nya.

Seseorang mendapatkan Kunci sekarang  tidak dari  Moho Suci / URIP nya , tetapi dari sesorang Kadhang , yang memberikan Kunci . Yang memberi Kunci bertanggung jawab memijilkan . Serta menuntun nya sesuai dengan dawuh / pangandikan Romo Herucokro .

Jadi untuk melanjutkan Gelar Jagad Anyar , telah diberikan petunjuk oleh Romo Herucokro kepada Putro-putronya . Bahwa Asmo Putro sekarang adalah yang sudah kita ketahui bersama .  Selain Putro Romo , tidak bisa memberi Asmo Sabdo atau memijilkan kadhang baru .
Biarpun tahu tata caranya memijilkan kalau bukan Putro  tentu tidak bermakna / tidak mahanani .

Hubungan kepada kadhang baru setelah seorang   dimijilkan adalah sama.
Sama-sama Putro Romo . Tidak harus sungkem , disembah , dll nya , karena sudah sama mempunyai Panca Gaib untuk laku .
Hubungan yang terjalin  adalah sebagai kadhang , sebagai penuntun atau sebagai Dosen Pembibing , kalau belum bisa mandiri , dalam  melakukan Laku Panca Gaib .

Mudah-mudahan bermakna bagi Kadhang Baru , Kadhang Muda / Taruna yang melakukan Panca Gaib.

Rahayu,..

Rabu, 25 April 2012

Gelar Jagad Anyar


Rahayu,
Gelar Jagad Anyar   
 Mijil di Mijilkan

Arti Mijil bisa keluar dari dalam  ruangan atau sesuatu . Dimijilkan aktif/ dikeluarkan .
Apa yang keluar bisa berujud benda dan atau tidak berujud.

Pengertian Mijil dan Asmo dikalangan Kadhang Putro Romo sangat bervariasi.

Perbedaan pendapat memang wajar karena didasarkan pada : Gelar , ( berdasarkan pola pikir ) Pada Gulung pun beda ( berdasarkan olah rasa ) , sehingga terjadi juga perbedaan apa arti Mijil dan di Mijilkan.

Ada pendapat Mijil nya Bpk.Semono , diartikan Moho Suci menyatu dengan Bpk.Semono. Itu benar yang pada intinya ,
Apakah tidak melalui  proses menyatunya dengan Moho Suci ?
Nah proses itulah yang menyebabkan bisa dilenggahi/ menyatu dengan Moho Suci . Proses yang harus dilalui adalah harus dengan Kunci , Asmo , kemudian Mijil.
Proses menyatu tidak akan terwujud kalau tidak menggunakakan lebih dulu Kunci , Asmo dan Mijil , yang telah diberikan Nya.

Dapat diambil kesimpulan : Bahwa waktu di mijilkan , Moho Suci belum Menyatu dengan Raga Bpk. Semono.
Setelah Bpk.Semono mendapatkan Asmo  bisa Mijil , dengan Asmo  Herucokro  baru Moho Suci Menyatu.
Ada pertanyaan dalam hati , Moho Suci menyatu kok harus melalui proses dan  persyaratan?,
Tentu akan memilih , tidak semua manusia akan dilenggahi , semuanya ditentukan laku , Misalnya kalau kita sediakan tempat duduk yang reot kotor , ya ,….tidak akan diduduki , tetapi lebih memilih tempat duduk yang kuat enak , bersih, berlapis sutera ,  beralas permadani dengan pernik-pernik  permata  .
Itu semata terwujud karena laku dan jawaban pertanyaan filosofinya Bpk.Semono.

( Bersambung )

Cipto ,ROSO Karso

Cipto , Rasa , Karso ( Sukma) Ora dilahiraké  lewat margo ino. Séng linairaké lewat margo ino , iku kena pati.  Yaiku cabang bayi sampai dew...