Tampilkan postingan dengan label Guyub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guyub. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Enak kepenak


Rahayu,.
 
Enak kepénak dengan paringané Rômô ( mendapatkan ketentraman lahir dan bathin dari laku Panca Gaib )

Setelah Putro terbelenggu mendapatkan ketentraman lahir dan bathin , Apakah tidak ada tugas  yang diberikan Romo ?

Mengenakan  dan mengepenakan keluarga adalah dambaan setiap manusia . Menginginkan hidupnya jadi serba kecukupan , semua ada , sudah tersedia , tentram  hidup di dunia maupun di alam selanjutnya nanti mendapatkan kasampurnan.
Jangan terbelenggu mendapatkan keduniawian , lupa ada tugas lain setelah mendapatkan paringan Romo , yaitu melestarikan wulang wuruk nya , melanjutkan Gelar Jagad Anyar tugas nya Romo Herucokro setelah menerima Panca Gaib , Memberikan Asmo Sabdo yang telah diminta Putro terdahulu untuk diberikan kepada Anak dan Cucu , atau seorang yang menginginkan laku Panca Gaib.

Melupakan kekadhangan , ke guyup rukunan  , tidak suka berkumpul  , gosok ginosok , memberikan  suport kepada kadhang yang melestarikan wulang wuruk Romo.
Misalnya :
Guyub rukun mendirikan Sasana Adiroso , dengan di prakarsai Abdi kekhadangan Paguyuban Pengahayat Kapribaden .
Tidak support di karenakan yang meprakarsai , caranya dan lain sebagainya .
Sebenarnya bukan berdirinya Sasono Adiroso  yang diutamakan , tetapi guyub rukun nya Kadhang Putro Romo , dengan diwujudkan pembangunan  Sasono Adiroso.Tidak  harus besar kecil nya materi yang diberikan tetapi , saran , support , pemikiran  , yang terpenting  guyub rukun Putro Romo dengan diwujudkan bangunan Sasono Adiroso .

Apakah masih ada kadhang yang énak kepénak dengan paringan Romo , tidak pedulikan itu semua ?
Rahayu,.
 

Masih diperlukan pemahaman kepada Putro Romo  makna “ Sabdo Honocoroko “.

Coba kita renungkan dan kita cermati bersama :

Sabdo berbunyi :
“ Rômô mangestôni , putrô-putrô  kudu ngakôni Putrô Ramô “
( tulisan huruf jawa dan ditanda tangani Moho suci dan Romo Herucokro)

Pangandikan Romo :
Iki bab gelar , yèn  mesthiné durung wektuné, nanging iki jebol Môhô Suci dhéwé kang Tapak Asmô.
Mula iki ditulis ing tutup , amargô kabèh pôdhô madhep lan ndeleng menduwor , ora ngelingi lamun kang awèh pangan iku bumi , mula langét kang dèn obahaké dénéng  Rômô . Iki Gelar gulung, Pambuka  panutup .
Sejatiné Rômô arsô  nambahi tulisan :   Sôpô whaé kang sélak utôwô ingkar bakal disapu Rômô , ukumané lipet kaping pitu, amargô putrô kudu wis mangertèni .
( Sejarah Berdirinya Paguyuban disusun oleh Paguyuban Penghayat Kapribaden Pusat )

Penjelasan Romo  :

Ditulis ana tutup karebèn putrô-putrô pôdhô nyawang mangisôr  sebab putrô-putrô iséh pôdhô nyawang menduwor
Bèn pôdhô nyawang sing urép  ônô ngisôr kreteg  “
Selanjutnya :
Charané Putrô-putrô kudu ngakoni Putrô Romo digawèké wadhah dhisik .

Pertanyaan :

Mengapa ada Putro yang masih alergi terhadap : Paguyuban Penghayat Kapribaden?
Ada kadhang yang memberikan fasilitas gedung ,tetapi ada persyaratan nya tidak boleh digunakan kegiatan Putro Romo yang pakai Bendera .
Apa yang dimaksudkan Putro Romo pakai bendera ?

Bab  gelar  Putro Romo dalam “ Berbangsa  bernegara dan bermasyarakat “ tidak pakai bendera ,  
Tetapi “ diwadahi “ dengan :” Paguyuban Penghayat Kapribaden “. ( Petunjuk Romo Herucokro ) telah dilegalisasi oleh Pemerintah . Yang mewadahi Putro Romo se jagad dengan petunjuk  dawuh pangandikan nya “ Séng gelem whaé “

Apa benar yang dimaksudkan Putro Romo pakai bendera itu Putro Romo yang ada di Paguyuban Penghayat Kapribaden ?

Sharing ,….

Rahayu,.



Jumat, 18 Oktober 2013

Pembutian Guyub rukun


Apakah harus  dibuktikan  ?

Guyub rukun ada teorynya , dalam kekadhangan kenyataan nya , tidak mudah dipraktekan .
Faktor utama disebabkan karena sifat egoisme .
Sifat egoisme adalah pendapat yang dianggap paling benar menurut mereka , dipertahankan bahkan untuk meyakinkan pendapatnya dengan cara pembuktian .

Sebagai contoh sederhana :
Kejadian menghadiri peringatan  berdirinya Paguyuban Penghayat Kapribaden ke 35 di Ds.Moro , Kec. Sekaran. Kab. Lamongan tanggal : 22 Agustus 2013.
Dengan kendaraan motor , kita sepakati dengan jalur A lebih enak dari pada jalur B.
Untuk keberangkatan bisa guyub dan rukun melalui jalur A.
Untuk pulang nya , mulai lagi perdebatan lebih enak jalur B dari pada Jalur A.
Agar sama-sama merasakan saya ambil keputusan pulangnya untuk lewat jalur B.
He..he… tenyata ditengah perjalanan egoisme kadhang muncul kembali.
Coba  dibuktikan cepat mana jalur A atau jalur B. , masing-masing mempertahankan pendapatnya . Kadhang satu nya lewat jalur A , dan yang lain nya jalur B.

Ternyata dalam perjalanan setelah berpisah kebut-kebutan ingin  membuktikan pendapatnya .
Malah dalam perjalanan ada yang terjatuh , tetapi masih rahayu di ayomi tidak ada yang luka lecet apapun.
He. ..he…  inilah egoisme contoh sederhana yang dipertahankan dengan pembuktian oleh kadhang ku di Jombang . Akupun tersenyum setelah  pembuktian nya .
Ha…ha..kapan2 dibuat lomba kebut-kebutan untuk menampung egoisme kadhang 2…
Rahayu,.

 Gosok-ginosok dalam FB Kapribaden jmb.

Gosok-ginosok adalah gerakan untuk membersihkan sesuatu agar menjadi lebih baik , bersih , mengkilat , pada suatu benda .
Gosok-ginosok dalam FB , lebih jelas diumpamakan seperti beras yang ditumbuk digiling sosoh , yang menjadikan beras menjadi putih dan bersih .
Dalam analisa teknologi putih nya beras bukan semata karena ditumbuk , tetapi karena pergesekan antar butiran beras .
Forum Bersama Kapribaden jmb, adalah forum komunikasi melalui dunia maya , yang membicarakan laku Panca Gaib , wulang wuruk Romo Herucokro Semono .
Pergesekan antar pelaku dalam forum ( Putro Romo ) tidak menjadikan luka yang pedih malah diharapkan menjadikan laku Panca Gaib lebih baik , secara gelar maupun secara gulung.

Perdebatan dalam laku yang disampaikan atau dipostingkan , bukan semata untuk menjadikan pendapatnya agar diakui dan di ikuti oleh pembaca ( dogmatis ) , tetapi lebih ditekankan pada Sharing , mencari kebenaran , tukar pengalaman dan pendapat , saling mengisi kekurangan akan laku yang sudah diperoleh nya .

Oleh sebab itu diperlukan keputusan yang bijaksana secara pribadi bagi para pembaca khususnya untuk Putro Romo yang laku Panca Gaib.
Gosok-ginosok tidak menjamin menjadikan pembaca lebih baik budi pekerti dan lakunya , karena forum tertutup tidak bisa membatasi anggota ,  hanya bisa menghimbau anggota yang masuk  memenuhi persyaratan dan aturan yang disampaikan .

Pembuat group tidak bertanggung jawab perubahan laku budi pakarti , baik pengaruh positif , negatifnya dan lainnya , setelah pembaca membaca postingan yang disampaikan di forum. ( pendapat pribadi kd.Saryanto tanggung jawab pembuat group ).
Kritikan kepada salah satu pemrakarsa pembuat Web Site Kapribaden yang diberikan kepada kd. Joko Tri ( Atur Kd. Joko Tri  ) tempo doeloe , bahwasanya Web Site Kapribaden org, memberikan banyak pengaruh  yang negative dari pada yang positifnya .
Dimanakah  pengaruh kebaikan  dan keburukannya ?

Oleh sebab itu diperlukan kedewasaan dalam berpikir , gelar dan gulung , dapat membedakan benar salah baik dan buruk ,  tidak tersinggung , emosi , dalam sharing ini Tetapi untuk lebih mawas diri , agar anggota forum atau pembaca dapat menjadi lebih dewasa berpikirnya , lebih baik budi pakarti dan lakunya , sesuai maksud tujuan dibentuknya forum.
Mohon ma af , mudah2an bekenan kepada anggota forum.

Rahayu,.



Sabtu, 04 Mei 2013

Toleransi Kepercayaan


Toeleransi Penganut Kepercayaan di Indonesia .

Toleransi Penganut Kepercayaan bangsa Indonesia , berhubungan dengan  keyakinan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa , sudah ada sejak bangsa Indonesia  lahir .
Leluhur bangsa  Indonesia , dianggap tabu jikalau  berdebat masalah keyakinan dan kepercayaan.
Sehingga doa-doa  dan apapun namanya  yang diberikan kepada seseorang untuk  dihafalkan , tidak boleh dituliskan .  
Pengetahuan spiritual (  Ilmu sinengker ) yang tidak boleh sembarangan untuk diberikan kepada semua orang , hanya orang-orang tertentu  yang sudah dianggap keluarga , teman dekat dan sebagainya .
Hanya diberikan kepada seseorang  menurut petunjuk dan memenuhi persyaratan yang diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa .               
Dengan tidak boleh ditulis , dicatat maka pada  kenyataan dapat dimininal berdebatan keyakinan  , Itulah yang terkandung maksud leluhur kita.

Seperti halnya Wulang wuruk Romo Herucokro , yang sebelum nya tidak boleh ditulis yakni  Panca Gaib , yaitu , Kunci , Asmo , Mijil , Paweling dan Singkir .
Hanya diberikan kalau ada seseorang yang betul-betul menginginkan nya  laku seperti yang kadhang lakukan.
Wulang wuruknya hanya diberikan dasar pokok-nya , untuk laku selanjutnya sepenuhnya merupakan laku pribadi seseorang .

Bangsa Indonesia  selalu menerima  budaya apapun dari luar .
Tetapi tidak serta merta menerima seutuhnya , masih ada filter nya , yaitu harus sesuai dengan budaya bangsa , kepatutan , adat-istiadat , sopan satun suku serta karakter bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia menerima budaya dari luar  karena , lebih memilih segi positif nya untuk perkembangan , kemajuan dan keaneka-ragaman  budaya bangsa Indonesia .

Jadi seharusnya budaya , keyakinan , ketuhanan dan lainya  yang asalnya dari luar  menyesuaikan dan memfilternya dengan  Karakter , adat-istiadat , budaya kepercayaan dan komonitas adat , tradisi  bangsa Indonesia .
Dengan kata lain sudah  terjadi   kesesuaian budaya ibu pertiwi dan tidak bertentangan dengan  budaya bangsa Indonesia .

Itulah  cikal bakal kebebasan untuk menganut kepercayaan dan  memeluk agama  bangsa Indonesia yang tercantum dalam :

Bab XI tentang Agama, Pasal 29 ayat (2) berbunyi :

Negara Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk  memeluk agamanya masing- masing dan untuk beribadat   menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Bangsa Indonesia memberikan kebebasan budaya dan agama di dunia berkembang di Indonesia , tetapi setelah berkembang dan merasa kuat  kemudian atau berusaha untuk menghilangkan budaya kepercayaan dan komunitas adat  tradisi bangsa Indonesia.
Jangan gunakan Toleransi dan penghormatan  yang telah diberikan oleh Penganut Kepercayaan Komunitas adat dan Tradisi Bangsa Indonesia disalah gunakan .
Kelompok yang demikian merupakan sebagian anak bangsa Indonesia yang sudah tidak lagi menghargai nenek moyang dan budaya leluhurnya.

Kepercayaan  Komunitas adat dan Tradisi budaya Indonesia , memberikan kemerdekaan untuk beribadat dan menganut kepercayaan ,  agama , sesuai dengan kebenaran keyakinannya .
Tidak berati harus memaksakan untuk menganut kepercayaan nenek moyang dan  tradisi budaya leluhurnya .

Diberikan kebebasan untuk memilih , berpindah  , berpaling  dan lain-lainya  terhadap Kepercayaan dan Agama , sebelum menemukan  “ Jati diri  “ nya .
Jatidiri untuk  melaksanakan kebenaran sesuai dengan  keyakinan dirinya yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha  ESa.

Salah satu filter spiritual bangsa Indonesia diantara adalah :
Hanya Tuhan YME  ( Urip, Guru Jati , Moho Suci, Gusti Ingkang Moho
Suci )  yang menuntun dan memberi petunjuk cara untuk menyembah setiap umat manusia di dunia yang sesuai dihadapan Nya.

Rahayu,.

Sabtu, 09 Maret 2013

Guyub Rukun


 Rahayu

Persyaratan Guyub Rukun.

Sebelum menemukan persyarat untuk bisa guyub rukun ,diperlukan pemahaman besama lebih dahulu  apa Guyub rukun ?

“ Guyub rukun iku mlaku lembehan “  ( Guyub rukun ibarat berjalan dengan ayunan tangan )  Berjalan tanpa ayunan tangan berarti tidak Guyub rukun .
Berjalan adalah laku mempunyai tujuan yang hendak dicapai  .
Ayunan tangan adalah  penyeimbang , sehingga dalam berjalan terdapat keselarasan dan kenyamanan  .
Dalam berjalan tangan tidak mempedulikan kemana arah kaki .
Yang dikehendaki adalah agar dalam berjalan terdapat keselarasan , keseimbangan dan kenyamanan.
Sebagai penyeimbang, keselarasan dan kenyamanan , dimaksudkan disini adalah selalu mendukung , tanpa memikirkan tujuan yang hendak dicapai .
Kalau jalan kebetulan naik tangga , maka tangan tidak cukup lebehan saja , tetapi meningkatkan peran nya dengan memegang tangga agar tidak jatuh .

Jadi peran tangan sebagai pendukung tidak memikirkan apa yang terjadi kemudian nanti , yang penting membuat keselarasan, keseimbangan dan kenyamanan dalam berjalan.
Kenyamanan disini  diartikan rasa kebersamaan , kalau kaki lelah tangan ikut merasakan , sebaliknya kalau tangan sakit kakipun ikut merasakan.

Sedang tangan dan kaki berjalan diperintahkan oleh pakarti , tetapi pada dasarnya tetap tangan sebagai penyeimbang jalan nya kaki .

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan persyaratan  Guyub rukun adalah ;

1.     1.  Tidak memikirkan arah tujuan yang hendak dicapai tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada keinginan bersama  asal tujuan nya adalah demi kebaikan.
2.      2. Tujuan yang hendak dicapai disesuaikan , dirumuskan bersama agar terjadi keseimbangan  , keselarasan , dan kenyamanan.
3.      3. Dalam merumuskan tujuan yang hendak dicapai , sebaiknya tidak memaksakan kehendak pendapat / kebenaran  pribadi atau kepentingan pribadi sehingga terjadi kesatuan .
4.      4. Diperlukan kearifan bagi semua untuk mengolah rasanya , mengorbankan kepentingan pribadi masing-masing agar bisa mengambil keputusan yang terbaik.
5.     5.  Keputusan  terbaik atau keinginan bersama menjadi kesatuan yang utuh ( bulat tidak terkotak-kotak ) rante-rinante , dapat diterima  dan dilaksanakan .

Rahayu,..

Cipto ,ROSO Karso

Cipto , Rasa , Karso ( Sukma) Ora dilahiraké  lewat margo ino. Séng linairaké lewat margo ino , iku kena pati.  Yaiku cabang bayi sampai dew...