Tampilkan postingan dengan label konsep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsep. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 April 2014

Dimanakah letak Urip .


Dimanakah keberadan “URIP “disebut Moho Suci / Tuhan Yang Maha Esa ?

Dimanakah letak nya “URIP” , Hidup?

Letaknya hidup /urip di detak jantung ( itu kalau manusia dan sejenisnya ) kalau Hidup  = Urip disebut Moho Suci = Tuhan Yang Maha Esa , maka dapat di buat kesimpulan letak nya Urip disebut  Moho Suci , Tuhan Yang Maha Esa di Detak Jantung .
Ada konsep lainya : Alas Ketangga , yaitu keberadaan hutan,  antara Ngawi dan Bojonegoro ?

Apakah ini bisa dibuat Konsep  ?
Bisa dibuat konsep keberadaan Urip disebut Moho Suci , tapi konsep berdasarkan gerak .

Kalau Konsep berdasarkan gerak Urip disebut Moho Suci berada pada Jantung dan Paru2, kalau Konsep Rasa Moho Suci berada dimana ?

Kita punya 7 ( tujuh ) tempat rasa diantaranya ; Mata , Hidung , Telinga , Mulut , Kulit , Saluran Kecing dan Saluran kotoran  .
Tapi pada umum konsep  Rasa kita terletak  pada   Hati Nurani yang paling dalam .
Yang mana Rasa Hati Nurani yang paling dalam itu ?
Apa sama dengan Rasa ( Krenteg ) yang  bukan hasil dari olah pakarti dan panca indera ?

Budi pakarti kita , tidak akan memilih 7 ( tujuh  ) tempat rasa kita .
Budi pakarti kita , tidak memilih Jantung , tidak memilih Paru-Paru , tapi malah memilih Hati ,……. hati letak nya dimana ? …..
Heee …malah menunjuk, dan mengusap dada ?
Apa yang dimaksudkan sebenarnya  Jantung dan Paru-paru ?

Rasa Hati Nurani yang paling dalam dapat diartikan Rasa yang dipadukan dengan Olah pakarti atau daya pikir kita  .
Sehingga , keberadaan Moho Suci / Tuhan YME , ditentukan oleh olah pakarti dan daya pikir imajinasi setiap manusia , dengan Rasa yang dia yakini kebenarannya  .

Yang benar  dimanakah Tuhan YME / Moho Suci  berada ?
Jawaban filosofi  ; Adoh tanpa wangenan , cedak tanpa senggolan .( Jauh tidak terbatas , dekat sekali  tapi tidak bersentuhan )

Rahayu,…

Sabtu, 11 Mei 2013

Kagungan Karsa


Konsep Keinginan / Kagunggan Karsa

Dalam Mijil Putro Romo mengucapkan :
Asma sejati  ……. Jenengsira Mijila , Panjenengan  Ingsun Kagungan karsa arsa ………

Asma sejati sudah jelas Asmo Sabdo .
Jeneng sira ( Kamu nama sebenarnya )
Mijila ( keluar atau miji , menyatu  )
Panjenengan Ingsun dapat diartikan (  Papan Jemeneng Ingsun )  Tempat berdiri AKU Ingsun diartikan  Urip disebut Moho Suci.
Kagungan karsa ( berkehendak ) …….

Jadi dalam mijil itu sebenarnya yang berkehendak adalah Asma sejati dengan Urip   atau Asma sejati dengan Moho Suci  atau menyatukan Asmo Sejati dengan Moho Suci
untuk berkehendak ….

Dengan demikian setiap kita mijil seharusnya tahu juga keinginan Moho Suci , karsanya  Urip .
Pahahal Urip itu tidak butuh apa-apa .
Tapi manusia hidup ( wong urip ) perlu Energi dan memenuhi  keinginan / Rasa , agar tetap hidup.
Misalnya : kehidupan yang  hidup tentram ( yang diartikan sudah tidak memikir apa-apa semuanya sudah tersedia  )

Karsanya Urip disebut Moho Suci itu yang mana ?
Karsanya Moho Suci , selalu menyatu dengan Rasa  
Contoh  mengikuti karsanya Urip : Kalau tidak lapar tidak makan, Kalau tidak haus tidak minum , Kalau lelah istirahat , Kalau ingin ke toilet  segera dilakukan . dll .                                                                          
Karsa tersebut kalau dilaksanakan  disebut Laku Wicaksana ( mengikuti karsanya Urip )

Kalau karsanya Budi pakarti /Panca indera ( Kagungan karsa  ) bagaimana ?
Kalau karsanya Budi pakarti / Panca indera  , harus dilakukan olah dan gerak sesuai apa yang diperintahkan oleh Panca indra untuk mewujudkan keinginan tersebut .  
Sedangkan laku Panca Gaib merupakan dukungan spriritual agar terwujudkan keinginan.

Sehingga keinginan atau kagungan karsa dalam mijil , dimaksud adalah menyatukan karsa olah gerak dengan dukungan Urip agar dapat mewujudkan karsanya Budi pakarti / Panca indera .

Ada konsep Gelar Jagad Anyar , mengartikan bahwa hidup / urip kita tidak lagi diperbudak budi pakarti lan panca-indera , tetapi hidup  lebih mengikuti karsanya Hidup    ( Nyu-sang bawana balik )

“ Untuk direnungkan !

Rahayu,…

Minggu, 05 Mei 2013

Kitab Panutan


Kitab Panutan ( penutup )

Dalam mendapatkan petunjuk  ada  persamaan nya misalnya  dalam Rasa ( krenteg ) yaitu Rasa yang tiba-tiba muncul dari Rasa yang paling dalam .
Bukan  Rasa dari olah pakarti dan panca idra .  Rasa itu akan sama dan bisa nunggal rasa , bisa sambung rasa dengan rasa kadhang lainnya , dapat  juga  bisa dikatakan dawuh Urip.

Misalnya A ingin mengikuti Rasa ketemu  kadhang B , maka  kadhang B  akan sambung rasanya dengan kadhang A. dalam kenyataanya kalau kadhang B tidak ada dawuh dari Urip nya , maka segala kegiatan kd B , misalnya  akan keluar, tidak jadi keluar , diperingatkan oleh apa  yang disebut kitab alam semesta ( adamakna ) .

Jadi setiap Rasa ( krenteg ) tidak usah ragu , jalankan saja , nanti akan  ada  pendukung untuk  mewujudkan Rasa   (  krenteg ) tadi .

Bisa dicoba , …… hanya berlaku untuk kadhang putro yang sama-sama laku panca gaib.                                   Ha.ha ……kaya …Undangan .
Ini dimaksudkan untuk memudahkan pembuktiannya , kalau dengan orang lain   , bisa benar dan bisa salah .

Karena apa ?
Ya…. karena bukan kadhang , bukan sama-sama  Putro Romo , belum  sambung rasanya Itu bisa disebutnya dengan ( ngetut ke Rasa ) mengikuti Rasa .

Rasa yang mana yang harus di ikuti ?
Sebagai pedoman untuk mengikuti Rasa , adalah Rasa yang timbul , tidak dari olah pakarti dan panca indra . Tetapi Rasa yang timbul dari Rasa Jati yang paling dalam Rasa ( krenteg ).

Dalam menentukan apakah Rasa Jati atau bukan , kalau yang dibuat  pertimbangan budi pakarti lan panca-indra , tidak akan ketemu , karena  bedanya sangat tipis sekali , ibarat besarnya  hanya seperempat nya helai rambut.( sarambut pinara sasra ).

Konsep ( Rasa / krenteg ) bisa dibuat sebagai Kitab Panutan
( Sumber :  Gosok-ginosok  Pagelaran Togog Mlaku Mundur Sasono- Inggil Yogya )

Rahayu,..


Sabtu, 04 Mei 2013

Pandangan Laku Panca Gaib


Rahayu,.

“ Pandangan  laku Panca Gaib “  tentang :
Konsep  Tuhan YME , dalam Kenyataan / Kasunyatan :

Gusti Ingkang Moho Suci  dan Moho Suci
Urip iku Sesembahan , sinebut Moho Suci

Urip yang bagaimana disebut sesembahan ?
Urip . atau URIP , atau urip , ditulis besar kecil , kata benda , verbal , abstrak .
disebut Moho Suci.

Arti kata Moho itu melebihi atau paling .
Moho tunggal , paling tunggal ; Moho Kuasa , paling kuasa ; Moho langgeng , paling langgeng .
Moho suci , paling suci ; dilambangkan warna putih bersih , atau sinar putih , paling suci bersih tidak kelihatan  atau transparan tidak bisa dilihat .

Urip bukan urip yang menyatu dengan Matahari dan planet , Manusia , Binatang , Hewan ,  Tumbuh-tumbuhan , hewan  tumbuh-tumbuan yang bersel satu,   Bakteri , Virus , Atom  .
Tetapi  urip itu sendiri , Yang menciptakan , menggerakan semua yang ada di jagad raya .

Moho Suci sebenarnya adalah konsep Urip .
Konsep yang mudah dan bisa diterima oleh Budi Pakarti dan Panca indra manusia .
Urip  dengan pertanda gerak . Benda apapun yang bisa bergerak dan mempunyai energi dikatakan urip .
Sedang Moho Suci  adalah sebutan ,  dengan tidak ada pertanda gerak.

Urip adalah sumber dari sumber segalanya .
Sebelum ada Jagad Raja , yang  ada , adalah  Urip.
Urip kuasane obah .( menyebabkan gerak )
Semua benda yang melayang ( Kumelip ) di Jagad raya dilenggahi / memiliki  Urip.
Manusia bisa bergerak , ( bisa muna-muni karena dilunguhi / memiliki Urip ).
Urip  Lungguhe Rasa.( ditempati  Rasa )
Urip Manusia  ditempati /mempunyai  Gelar  Rasa :  Panca indera 
( pangrasa, pangucap , pangrungu , pangganda , pandulu ).
Urip Guru jati ( Sumber Ilmu Manusia )
Urip Sesembahan. ( Ke Esa an  )

( Bersambung )


“ Pandangan  laku Panca Gaib “  tentang :
Konsep  Tuhan YME ,  dalam Kenyataan / Kasunyatan :

( bagian 2 )

Kalau tidak hidup  atau urip dikatakan mati , sudah jelas , ada pertanda . 
Karena tidak bisa bergerak, dikatakan itu benda mati , 
 kalau manusia tidak dilenggahi urip, tidak punya rasa , tidak bisa gelar rasa ( panca indra )  mati segalanya , suwung , kosong .

Urip, atau urip, atau URIP belun tentu Moho Suci ?
Kalau dihubungkan dengan wujud benda : Benda-benda angkasa , manusia , binatang , tubuh2an , dan lain2nya  Tidak  bisa disebut Moho Suci.

Contoh :
Matahari itu urip /bergerak , bukan sesembahan /Moho Suci ,
Manusia itu Urip / hidup , bukan manusia sesembahan / Moho Suci,
Anjing itu Urip / hidup  , bukan anjing sesembahan / Moho Suci,
Pohon itu Urip /  hidup  ,  bukan Pohon sesembahan / Moho Suci.

Urip /  hidup berdiri sendiri, mempunyai ke Esa an ,
Urip disini diartikan Yang Maha Esa  , disebut Moho Suci.

Sesembahan Manusia disebut “ Gusti “atau Gusti Ingkang ,Moho Suci  / Tuhan YME.
Urip / Hidup bergerak bisa mengembangkan energi  lanjutan .
Energi lanjutan urip bisa disebut Roh Suci
( Postingan : Konsep Hidup – berulang-  )

Dapat  di ambil kesimpulan bahwa : Sumber segalanya  adalah Urip ,  
 dikatakan Urip itu pada dasarnya kuasa-ne obah , bisa bergerak.
Urip mudah dipahami oleh manusia dari pada Mohosuci, karena Urip ada pertanda .
Manusia dapat mengartikan “  Urip “ disebut Moho Suci , karena  merupakan  sumber dari sumber segalanya.
Sesembahan Manusia ,  adalah sumber dari sumber segalanya , disebut “ Gusti “.” Urip  “   
atau  Gusti Ingkang Moho Suci atau Tuhan YME.

Sumber : Gosok ginosok forum bersama Penghayat Kapribaden

Rahayu,.

Sabtu, 27 April 2013

Keinginginan dalam mijil


Konsep Keinginan / Kagungan Karsa

Dalam Mijil Putro Romo mengucapkan :
Asma sejati  ……. Jenengsira Mijila , Panjenengan  Ingsun Kagungan karsa arsa ………

Asma sejati sudah jelas Asmo Sabdo .
Jeneng sira ( Kamu nama sebenarnya )
Mijila ( keluar atau miji , menyatu  )
Panjenengan Ingsun dapat diartikan (  Papan Jemeneng Ingsun )  Tempat berdiri AKU Ingsun diartikan  Urip disebut Moho Suci.
Kagungan karsa ( berkehendak ) …….

Jadi dalam mijil itu sebenarnya yang berkehendak adalah Asma sejati dengan Urip   atau Asma sejati dengan Moho Suci  atau menyatukan Asmo Sejati dengan Moho Suci
untuk berkehendak ….

Dengan demikian setiap kita mijil seharusnya tahu juga keinginan Moho Suci , karsanya  Urip . Pahahal Urip itu tidak butuh apa-apa .
Tapi manusia hidup ( wong urip ) perlu Energi dan memenuhi  keinginan / Rasa , agar tetap hidup.
Misalnya : kehidupan yang  hidup tentram ( yang diartikan sudah tidak memikir apa-apa semuanya sudah tersedia  )

Karsanya Urip disebut Moho Suci itu yang mana ?
Karsanya Moho Suci , selalu menyatu dengan Rasa  
Contoh  mengikuti karsanya Urip : Kalau tidak lapar tidak makan, Kalau tidak haus tidak minum , Kalau lelah istirahat , Kalau ingin ke toilet  segera dilakukan . dll .                                                      
Karsa tersebut kalau dilaksanakan  disebut Laku Wicaksana ( mengikuti karsanya Urip )

Kalau karsanya Budi pakarti /Panca indera ( Kagungan karsa  ) bagaimana ?
Kalau karsanya Budi pakarti / Panca indera  , harus dilakukan olah dan gerak sesuai apa yang diperintahkan oleh Panca indra untuk mewujudkan keinginan tersebut .
Sedangkan laku Panca Gaib merupakan dukungan spriritual agar terwujudkan keinginan.
Sehingga keinginan atau kagungan karsa dalam mijil , dimaksud adalah menyatukan karsa olah gerak dengan dukungan Urip agar dapat mewujudkan karsanya Budi pakarti / Panca indera .

Ada konsep Gelar Jagad Anyar , mengartikan bahwa hidup / urip kita tidak lagi diperbudak budi pakarti lan panca-indera , tetapi hidup  lebih mengikuti karsanya Hidup    ( Nyu-sang bawana balik )

“ Untuk direnungkan " !   Rahayu,…



Kamis, 12 Juli 2012

Pandangan Laku Panca Gaib


Rahayu,.

“ Pandangan  laku Panca Gaib “  tentang :
Konsep  Tuhan YME , dalam Kenyataan / Kasunyatan :


Gusti Ingkang Moho Suci  dan Moho Suci
Urip iku Sesembahan , sinebut Moho Suci

Urip yang bagaimana disebut sesembahan ?
Urip . atau URIP , atau urip , ditulis besar kecil , kata benda , verbal , abstrak .
disebut Moho Suci.

Arti kata Moho itu melebihi atau paling .
Moho tunggal , paling tunggal ; Moho Kuasa , paling kuasa ; Moho langgeng , paling langgeng .
Moho suci , paling suci ; dilambangkan warna putih bersih , atau sinar putih , paling suci bersih tidak kelihatan  atau transparan tidak bisa dilihat .

Urip bukan urip yang menyatu dengan Matahari dan planet , Manusia , Binatang , Hewan ,  Tumbuh-tumbuhan , hewan  tumbuh-tumbuan yang bersel satu,   Bakteri , Virus , Atom  .
Tetapi  urip itu sendiri , Yang menciptakan , menggerakan semua yang ada di jagad raya .


Moho Suci sebenarnya adalah konsep Urip .
Konsep yang mudah dan bisa diterima oleh Budi Pakarti dan Panca indra manusia .
Urip  dengan pertanda gerak . Benda apapun yang bisa bergerak dan mempunyai energi dikatakan urip .
Sedang Moho Suci  adalah sebutan ,  dengan tidak ada pertanda gerak.

Urip adalah sumber dari sumber segalanya .
Sebelum ada Jagad Raja , yang  ada , adalah  Urip.
Urip kuasane obah .( menyebabkan gerak )
Semua benda yang melayang ( Kumelip ) di Jagad raya dilenggahi / memiliki  Urip.
Manusia bisa bergerak , ( bisa muna-muni karena dilunguhi / memiliki Urip ).
Urip  Lungguhe Rasa.( ditempati  Rasa )
Urip Manusia  ditempati /mempunyai  Gelar  Rasa :  Panca indera 
( pangrasa, pangucap , pangrungu , pangganda , pandulu ).
Urip Guru jati ( Sumber Ilmu Manusia )
Urip Sesembahan. ( Ke Esa an  )

( Bersambung )


“ Pandangan  laku Panca Gaib “  tentang :
Konsep  Tuhan YME ,  dalam Kenyataan / Kasunyatan :

( bagian 2 )

Kalau tidak hidup  atau urip dikatakan mati , sudah jelas , ada pertanda . 
Karena tidak bisa bergerak, dikatakan itu benda mati , 
 kalau manusia tidak dilenggahi urip, tidak punya rasa , tidak bisa gelar rasa ( panca indra )  mati segalanya , suwung , kosong .

Urip, atau urip, atau URIP belun tentu Moho Suci ?
Kalau dihubungkan dengan wujud benda : Benda-benda angkasa , manusia , binatang , tubuh2an , dan lain2nya  Tidak  bisa disebut Moho Suci.

Contoh :
Matahari itu urip /bergerak , bukan sesembahan /Moho Suci ,
Manusia itu Urip / hidup , bukan manusia sesembahan / Moho Suci,
Anjing itu Urip / hidup  , bukan anjing sesembahan / Moho Suci,
Pohon itu Urip /  hidup  ,  bukan Pohon sesembahan / Moho Suci.

Urip /  hidup berdiri sendiri, mempunyai ke Esa an ,
Urip disini diartikan Yang Maha Esa  , disebut Moho Suci.

Sesembahan Manusia disebut “ Gusti “atau Gusti Ingkang ,Moho Suci  / Tuhan YME.
Urip / Hidup bergerak bisa mengembangkan energi  lanjutan .
Energi lanjutan urip bisa disebut Roh Suci
( Postingan : Konsep Hidup – berulang-  )


Dapat  di ambil kesimpulan bahwa : Sumber segalanya  adalah Urip ,  
 dikatakan Urip itu pada dasarnya kuasa-ne obah , bisa bergerak.
Urip mudah dipahami oleh manusia dari pada Mohosuci, karena Urip ada pertanda .
Manusia dapat mengartikan “  Urip “ disebut Moho Suci , karena  merupakan
 sumber dari sumber segalanya.
Sesembahan Manusia ,  adalah sumber dari sumber segalanya , disebut “ Gusti “.” Urip  “   
atau  Gusti Ingkang Moho Suci atau Tuhan YME.

Sumber : Gosok ginosok forum bersama Penghayat Kapribaden

Rahayu,.

Sabtu, 19 Mei 2012

Konsep


Konsep Hidup
 (  ber-ulang-ulang )

Apa itu KONSEP ( blue print ) sudah pernah disampaikan ibarat nya ,   Ketikan yang       ( sudah   lengkap , terkoreksi , sesuai maksud dan tujuan penulisan  ) , dan lain sebagainya yang sudah siap di cetak , namun masih perlu perbaikan dan penjelasan ,  pemahaman  sebelum  dipakai sebagai pernyataan ( tatanan , wewarah , ilmu pengetahuan , dasar nilai ketuhanan , filosofi )  ataupun apa namanya untuk diuji kebenarannya.

HIDUP bahasa Jawa  URIP disebut MOHO SUCI  bahasa Indonesia  TUHAN .

Bagaimana kita mengartikan Hidup ? .
Bagi Putro Romo Pasti sudah mengenal dan mengerti apa “HIDUP “.

Hidup adalah sesembahan manusia yang sebenarnya .
Semua yang ada di dunia itu diciptakan oleh Hidup.
Ciptaan Hidup di jagad raya pasti bergerak .
Yang tidak bergerak berarti sudah Mati.
Gerak tersebut dikarenakan   punya Rasa atau Energi .
Yang berarti Hidup mewujudkan Rasa atau Energi
Rasa dan Energi berbeda-beda , tetapi selaras dan seimbang sesuai ciptaan Hidup
Rasa dan Energi mempunyai kecederungan habis / mati   karena gerak.
Dari gerak psikomotorisnya Rasa atau Energi akan berdaya stabil , bila Rasa dan energi mulai menurun .
Sebelum Rasa dan Energi habis / mati  gerak psikomotorisnya  dapat menghasilkan Rasa atau Energi lanjutan.
Segala ciptaan berusaha mengembangkan diri agar tetap bergerak untuk Hidup .

Coba dibaca lagi !  dengan mengubah Hidup menjadi  = Urip / Moho Suci / Tuhan

“ Selamat Membaca “ berulang-ulang !

Rahayu

Minggu, 13 Mei 2012

Konsep Hidup ( berulang )


Konsep Hidup 
(  ber-ulang )

Apa itu KONSEP ( blue print ) sudah pernah disampaikan ibarat nya ,   Ketikan yang       ( sudah   lengkap , terkoreksi , sesuai maksud dan tujuan penulisan  ) , dan lain sebagainya yang sudah siap di cetak , namun masih perlu perbaikan dan penjelasan ,  pemahaman  sebelum  dipakai sebagai pernyataan ( tatanan , wewarah , ilmu pengetahuan , dasar nilai ketuhanan , filosofi )  ataupun apa namanya untuk diuji kebenarannya.

HIDUP bahasa Jawa  URIP disebut MOHO SUCI  bahasa Indonesia  TUHAN .

Bagaimana kita mengartikan Hidup ? .
Bagi Putro Romo Pasti sudah mengenal dan mengerti apa “HIDUP “.

Hidup adalah sesembahan manusia yang sebenarnya .
Semua yang ada di dunia itu diciptakan oleh Hidup.
Ciptaan Hidup di jagad raya pasti bergerak .
Yang tidak bergerak berarti sudah Mati.
Gerak tersebut dikarenakan   punya Rasa atau Energi .
Yang berarti Hidup mewujudkan Rasa atau Energi
Rasa dan Energi berbeda-beda , tetapi selaras dan seimbang sesuai ciptaan Hidup
Rasa dan Energi mempunyai kecederungan habis / mati   karena gerak.
Dari gerak psikomotorisnya Rasa atau Energi akan berdaya stabil , bila Rasa dan energi mulai menurun .
Sebelum Rasa dan Energi habis / mati  gerak psikomotorisnya  dapat menghasilkan Rasa atau Energi lanjutan.
Segala ciptaan berusaha mengembangkan diri agar tetap bergerak untuk Hidup .

Coba dibaca lagi !  dengan mengubah Hidup menjadi  = Urip / Moho Suci / Tuhan

“ Selamat Membaca “ berulang-ulang !

Rahayu



Kamis, 10 Mei 2012

Kitab Panutan


Kitab Panutan

….. “ Dumadining manungsa kabeh mau saka dening  Roh Suci . Dene gumelaring  neng alam donya dadi  Kitab Panutan , tegese manungsa  iku turun-manurun  Kitab Suci Sejadi Admakna….. “ ( Dawuh Pangandikan  Rama )

Kitab bisa diartikan buku , catatan atau wewarah ( dasar-dasar ajaran ) bisa ilmu pengetahuan ,  bisa Kerochanian , Laku , dll.

Panutan : artinya menjadikan contoh , teladan ,  wewarah , bisa dari nalurinya , bisa diartikan  turunan , mengembangkan diri ( turun-manurun ).

Contohnya : panutan teladan :

Anak kambing, atau Anak Sapi , begitu lahir , berusaha untuk berdiri , dan mencari puting induknya , dan menyusu .Itu tidak diberikan contoh , tetapi naluri nya sudah bejalan .

Bayi yang baru lahir , dengan nalurinya  bayi tersebut ngemut ( mencuap ) tangan dan kakinya  , naluri orang tua karena susunya sakit diberikan lah puting susu kepada bayinya  lalu menyusuinya .

Apa Arti Kitab Panutan ?

Kitab Panutan bisa diartikan ,  gerak psikomotorik yang telah tertanam di rasa , dan gerakan tersebut bisa dijadikan dasar-dasar ajaran ( wewarah ) di jadikan teladan laku .
Sehingga akan   membentuk konsep baru dalam tata kehidupan manusia.

Kalau Panutan yang diartikan Turunan ,  merupakan naluri  kehidupan , manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan , dan apa saja  yang hidup di dunia alam semesta ini , yang psikomotorik nya  secara otomatis terbentuk  untuk mengembangkan diri .
Jadi naluri untuk mengembangkan diri , tuwuh manuwuh , beranak-pinak , inilah yang menjadikan sebuah konsep yang disebut :  ‘‘Kitab Panutan “

( bersambung )

Senin, 19 Maret 2012

Konsep / sebutan generasi yang akan datang


Makna konsep/sebutan generasi yang akan datang:

Rahayu,..

Banyak kontro versi pada judul postingan sebelumnya bahwa :  kitrikan  kadhang
Tulisan Rama ( Bahasa Jawa ) Romo ( Bahasa Indonesia )
Fawatnya Romo ( sedane Rama ) , Meninggalnya Romo Semono  bukan Meninggal nya ROMO.
Beda Tulisan Romo  dan ROMO yang berbeda arti dan makna .

Dari : Gosok-ginosok khadang saya coba untuk membuat gambaran , tentunya gambaran ini hanya sebagai pendapat yang tidak ingin menjadikan kebenaran .

Pada waku Romo Semono masih hidup , setiap kadhang putro kalau menghadap minta sesuatu , nyuwun pangestu , nyuwun dan penyuwunan lainnya,  walaupun putro tidak menghadap maka putro pasti menyebutnya : “ Romo “ , nyuwun …… Romo nyuwun……
Konsep Romo /ROMO mempunyai multi dimensi dikalangan kadhang putro.
Romo bisa Moho-Suci, Romo bisa Urip , Romo bisa Bapak , Rama ( Rasane Manunggal ) dan lain sebagainya .
Saya coba untuk memaknai  dari konsep tersebut tidak mudah.

Kita sepakat tentunya konsep sebutan Tuhan  kita : Adalah “ Gusti Ingkang Moho Suci “
Tetapi dalam panyuwun kadhang masih menyebutnya : ROMO nyuwun ………

Konsep yang ingin saya bangun kepada generasi mendatang adalah jangan sampai terjadi salah kaprah : Seperi misalnya Tuhan Yesus . Jangan sampai ROMO dikalangan generasi penerus nanti akan dimaknai Tuhan .

Sedang konsep Romo sebenarnya adalah konsep sebutan putro ( Putra /Asmo ), yang disabda dan dimijilkan oleh Romo Heru Cokro.
Kalau setuju maka Putro ( Putro/Asmo ) mempunyai panyuwun apa tidak sebaiknya menyebutnya ( Tuhan ) , yaitu “Gusti Ingkang Moho Suci “
Apa makna Putro ( Putro / Asmo ) nyuwun pangestu Romo bahwasanya Romo sudah kembali di pangkuan  Moho Suci.

Apakah tidak sama hal nya kalau kita sudah ditinggalkan oleh orang tua kita ?
Apakah seharusnya kita masih meminta kepada orang tua kita  yang telah kembali menghadap Tuhan Yang Maha Esa ? ( kalau  hal ini tidak sama  jangan dipakai dasar, tetapi hanya sekedar untuk merenung )
Sekali lagi kadhang  ini  konsep/sebutan generasi yang akan datang , suatu kebenaran dikalangan kadhang putra Romo, tergantung kepada Rasanya sendiri-sendiri .             (seg-ke / mantep-e  dwewe2)
Rahayu ,…
Sumber : Komunitas SMS., Gosok-ginosok Forum Bersama Face book Kapribaden,

Cipto ,ROSO Karso

Cipto , Rasa , Karso ( Sukma) Ora dilahiraké  lewat margo ino. Séng linairaké lewat margo ino , iku kena pati.  Yaiku cabang bayi sampai dew...